Pendahuluan
Dilauroil peroksida, yang juga dikenal sebagai lauroil peroksida atau LPO (CAS 105-74-8), adalah peroksida diasil simetris yang berasal dari asam laurat (asam dodekanoat). Sebagai peroksida organik padat dengan stabilitas termal sedang, LPO banyak digunakan sebagai inisiator polimerisasi, agen ikatan silang, dan agen pemutih di berbagai industri polimer, makanan, dan kosmetik.
Fakta Utama: Dilauroil Peroksida
- Nomor CAS: 105-74-8
- Rumus Molekul: C24H46O4
- Massa Molekul: 398,62 g/mol
- Penampilan: Bubuk atau serpihan putih
- Titik Leleh: 53–57 derajat C
- Oksigen Aktif: 4,01% (teoretis)
- Waktu Paruh 10 Jam: ~62 derajat C
- Waktu paruh 1 jam: ~80 derajat C
Sifat Fisik
| Sifat | Nilai |
|---|---|
| Penampilan | Bubuk atau serpihan putih |
| Kandungan Oksigen Aktif | 3,8–4,0% (kelas komersial) |
| Kepadatan | ~0,9 g/cm³ |
| Kelarutan dalam air | Tidak larut |
| Kelarutan dalam Senyawa Organik | Larut dalam benzena, kloroform, minyak; sedikit larut dalam alkohol |
| SADT | ~50 derajat C |
Aplikasi
1. Polimerisasi PVC
LPO berfungsi sebagai inisiator suhu rendah hingga sedang untuk polimerisasi suspensi dan polimerisasi massa PVC. Kinetika dekomposisinya pada rentang suhu 50–70 derajat C membuatnya cocok untuk produksi PVC kelas umum dan kopolimer.
2. Pengikatan Silang Polietilen
Dalam aplikasi polietilen yang di-crosslink dengan peroksida, LPO dapat berfungsi sebagai ko-inisiator bersama peroksida bersuhu lebih tinggi, membantu memperpanjang profil pembentukan radikal dan mengoptimalkan keseragaman crosslink.
3. Industri Pangan
LPO secara historis telah digunakan sebagai bahan pemutih dan pematangan tepung, meskipun pembatasan regulasi telah membatasi aplikasi ini di banyak yurisdiksi. Produk dekomposisinya terutama adalah karbon dioksida dan asam laurat, yang relatif tidak berbahaya.
4. Pengawetan Silikon
LPO digunakan sebagai agen pengawetan untuk formulasi elastomer silikon tertentu, terutama di mana suhu pengawetan yang lebih rendah diinginkan dibandingkan dengan sistem DCP atau BIPB.
Keamanan dan Penyimpanan
LPO diklasifikasikan sebagai Peroksida Organik Tipe D (UN 3106). Tindakan pencegahan utama dalam penanganannya meliputi penyimpanan di bawah 30 derajat C, pencegahan kontaminasi, dan penggunaan peralatan tahan ledakan. Formulasi yang dibasahi air atau diflegmatisasi memberikan keamanan yang lebih baik selama pengangkutan dan penanganan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
T: Bagaimana perbandingan LPO dengan benzoil peroksida sebagai inisiator polimerisasi?
A: LPO memiliki suhu paruh 10 jam yang lebih rendah (~62 derajat C) dibandingkan dengan BPO (~73 derajat C), sehingga lebih reaktif pada suhu yang lebih rendah. Produk dekomposisi LPO (CO₂ dan turunan asam laurat/undekana) umumnya kurang aromatik dan berbau dibandingkan produk dekomposisi BPO. Namun, LPO memiliki kandungan oksigen aktif yang lebih rendah (4% vs. 6,6%), sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi berdasarkan berat untuk menghasilkan radikal yang setara.
T: Apakah LPO cocok untuk aplikasi yang bersentuhan dengan makanan?
A: Penggunaan LPO dalam aplikasi yang berkaitan dengan makanan bervariasi tergantung pada yurisdiksi. Meskipun secara historis telah digunakan untuk pengolahan tepung, persetujuan regulasi harus diverifikasi untuk aplikasi dan wilayah tertentu. Produk dekomposisi (asam laurat merupakan asam lemak alami) relatif tidak berbahaya, tetapi data migrasi dan keamanan yang komprehensif harus mendukung setiap penggunaan yang bersentuhan dengan makanan.
Poin-Poin Utama
- Dilauroil peroksida (LPO, CAS 105-74-8) adalah peroksida diasil dengan stabilitas termal sedang (T10h ~62 derajat C).
- Aplikasi utamanya meliputi polimerisasi PVC, ikatan silang polietilen, dan pengawetan silikon.
- Penguraiannya menghasilkan fragmen yang relatif tidak berbahaya (CO₂, turunan asam laurat).
- LPO memerlukan penyimpanan dengan pengendalian suhu serta tindakan pencegahan standar dalam penanganan peroksida organik.
- Shandong Do Sender Chemicals menyediakan LPO berkualitas tinggi untuk aplikasi polimerisasi industri.